beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis status di fesbuk yang bunyinya begini:
walaupun saat ini saya "belum" memutuskan untuk kuliah lagi, bukan berarti saya tidak memiliki keinginan untuk belajar.. karena saya haus ilmu, bukan gelarnya, bukan jaminan karirnya.. saya akan kuliah saat ada "sesuatu" yang ingin saya pelajari disana.. saat ini saya ingin belajar dari orang2 disekitar saya dulu, karena masih banyak hal menarik disini yang belum saya ketahui.. :)
kira2 begitulah pendapat saya saat itu, dan sekarangpun masih tetap begitu. saya tidak tahu bagaimana orang lain menilai pendapat saya ini, bahkan saya juga bingung apa pedapat istri saya mengenai hal ini, secara dia saat ini sedang menjalani kuliah S2 di IPB program beasiswa dari BPS :) sampai ada salah satu teman saya yang bertanya kenapa saya membuat status seperti itu? mungkin dia takut kalau saya nanti akan menyinggung perasaan teman2 yang sedang kuliah apapun alasannya.
oh tidak, bukan berarti saya menilai teman2 yang sedang menjalani kuliah itu hanya mengejar gelar, karir atau semacamnya. karena pasti tidak sedikit diantara mereka yang benar2 serius ingin belajar. hanya saja saya agak sedikit risih kalau ada orang yang bertanya kenapa belum kuliah lagi? nanti ketinggalan kereta loh.. mumpung masih muda harusnya kejar kuliah lagi. nanti kalau sudah tua dan lama ga belajar otaknya udah susah nerima pelajaran lagi. wah nanti bisa2 jabatan istrinya lebih tinggi dari suaminya.
loh??? memangnya belajar hanya bisa di tempat kuliah gitu??
seperti yang saya tulis di status diatas, bukannya saya tidak mau kuliah lagi, saya hanya belum berminat kuliah ditempat yang "tersedia"
ada beberapa hal yang jadi impian saya, kuliah termasuk salah satunya. tapi saya juga bukan tipe orang yang "asal kuliah, dimana aja boleh, apa aja boleh"
saya punya impian kuliah komputer, saya juga punya impian kuliah di jepang.
bukan berarti saya tidak mau kuliah di dalam negri, saya mau kok salah jurusannya sesuai. "tapi kok gak ngambil beasiswa yang TI kemarin?" wah, kalau yang itu, sebenernya saya juga kepingin, tapi mengingat istri saya masih kuliah, dan rasanya agak berat kalau dua2nya harus kuliah pada saat yang bersamaan, dari sisi ekonomi, dari sisi pembagian waktu ke keluarga, rasanya belum waktunyalah.
saya juga masih menyimpan impian untuk bisa bersekolah ke jepang, bukan berarti saya menghalalkan segala macam jurusan demi ke jepang :) tapi seandainya memang ada jurusan yang menarik, walaupun bukan komputer, menurut saya oke2 aja.. :p
terlalu terobsesi dengan jepangnya bukan pendidikannya?? sebenarnya tidak juga, impian saya adalah kuliah komputer di jepang, tapi mungkin tidak bisa selancar itu, mungkin nasib saya tidak atau belum mengarh kesana, yah.. siapa tau.. :)
padahal beasiswa ke tempat lain juga tidak kalah banyak pilihannya, dari eropa, amerika, australia, atau mungkin di kawasan asia, mmmmm saya belum pernah melihat/mencari beasiswa ke daerah arab/timur tengah :p.. tapi alasan saya kenapa saya begitu inginnya ke jepang, adalah karena saya bukan hanya tertarik dengan kemajuan teknologi disana (menurut saya tempat yang paling oke perkembangan teknologinya untuk dipelajari adalah jepang dan amerika), namun selain itu yang membuat saya juga sangat tertarik adalah kebudayaannya..
entah dari mana saya bisa bilang seperti ini padahal saya belum pernah sekalipun kesana. ya, saya hanya mengetahui budaya orang jepang dari film, komik, anime, berita atau artikel mengenai jepang dan semuanya itu membuat saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi.. kekanak2an mungkin, tapi begitulah saya melihat jepang, bukan sebagai negara yang pernah menjajah indonesia dulu :p tapi sebagai negara yang sangat kental budayanya dan juga sangat modern peradabannya..
jadi seandainya saya bisa kuliah disana, alangkah senangnya saya karena bisa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.. bisa belajar mengenai hal yang menarik di bangku kuliah dan mempelajari budaya orang jepang yang sepengetahuan saya sangat luar biasa..
entah kapan saya bisa kuliah kesana, mungkin saat ini belum saatnya, tapi saya akan terus berusaha dan berdoa untuk bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan menarik disana.
lalu? apakah karena saya tidak kuliah lalu saya berhenti belajar?
oh tentu tidak, belajar itu bukan hanya di bangku kuliah bung..!
di sekitar saya banyak sekali ilmu yang bisa saya dapatkan, banyak yang masih bisa saya pelajari disini. bahkan ilmu komputerpun masih banyak yang bisa saya raup disini.. belajar itu bisa dimana saja, di kampus, di rumah, di kantor, dimana saja yang menurut kita ada "sesuatu" yang menarik.. :)
intermezo, beberapa saat yang lalu saya membaca tawaran beasiswa ke jepang yang di-share di grup fesbuk oleh teman saya yang sedang bersekolah disana.. (sekarang dia sedang menjalani S3 disana.. wooowww....) disitu tertulis yang memberikan beasiswa adalah dari IMF, dan jurusan yang ditawarkanpun tidak jauh dari ekonomi.. hmmm jurusan yang sangat berbahaya buat saya, karena saya pikir saya tidak ada sedikitpun bakat dan dasar2 ekonomi..
awalnya saya hanya melirik sebelah mata tawaran ini, karena saya "takut" tidak bisa ekonomi, takut malu2in indonesia kalau sampai kena DO.. :p
namun setelah ngobrol dengan berbagai pihak mengenai kuliah ekonomi, bahwa ekonomi tidaklah semenakutkan itu, dan banyak karena istri saya juga sedang kuliah ekonomi yang membuat saya jadi sedikit bisa tau apa yang dipelajari disana. ternyata tidak buruk juga. banyak hal menarik dan menantang yang relevan dengan pekerjaan saya.
sedikit banyak saya jadi melirik ke tawaran beasiswa ini lagi, namun saat itu sudah mendekati akhir batas mengirimkan permohonan beasiswa ke jepang, dan saya belum menyiapkan apa2 termasuk TOEFL.
oke, tes TOEFL, itu hal yang terlintas di pikiran saya saat itu. sayapun langsung mencari2 informasi seputar tes TOEFL d internet, secara saya belum pernah ikut tes TOEFL dalam bentuk apapun, jadi belum ada gambaran seperti apa tesnya nantinya. setelah membeli buku tes TOEFL di gramedia lalu mencari dan berusaha telpon sana sini, saya memutuskan untuk ikut prediksinya dulu di EF, disana ternyata harus ikut kursusnya dulu selama dua bulan, wah saya tidak punya waktu sebanyak itu, akhirnya saya memohon kepada pihak EF agar saya diperbolehkan ikut tesnya saja, yah, walaupun tidak ada sertifikat hasilnya maupun tandabukti pernah ikut tes toefl-pun tadak apa2, saya hanya ingin tau seperti apa tes toefl itu rasanya..
akhirnya setelah diperbolehkan ikut tesnya, saya diperlihatkan hasil nilai yang saya peroleh yaitu sebesar 560.. wah lumayanlah untuk percobaan pertama, karena batas minimum apply beasiswa ke jepang adalah 550, mungkin saya tinggal belajar sedikit lagi untuk mendapatkan nilai segitu pada tes yang sebenarnya.. :)
selang beberapa hari berikutnya saya ingin mencoba tes TOEFL ITP di UI depok, setelah pendaftaran san segala macamnya, akhirnya saya coba mengikuti tesnya pada hari sabtu 10 Nov. pagi itu saya minum banyak sekali supaya tidak grogi, udara sangat dingin dan hujan gerimis, saya berangkat naik kereta, sedikit kehujanan dan tidak memakai jaket, hufff.... dingin sekali.. ternyata saya dapat tempat duduk tepat didepan AC yang dinginnya naudzubillah.. brrrr... tepat di muka.. beberapa menit awal menjalani tes, saya masih baik2 saja, setelah hampir satu jam, saya mulai gelisah karena kedinginan dan kebelet pipis.. ("-_-) akhirnya saya memberanikan diri (karena terpaksa) untuk memohon kepada pengawas tesnya supaya saya diperbolehkan pindah ke tempat duduk yang agak jauh dari AC, dan diperbolehkan. namun ternyata karena sudah terlanjur kedinginan, saya masih kebelet pipis dan karena tidak mungkin ditahan lebih lama, akhirnya saya minta ijin untuk keluar... :( sungguh pengalaman ujian yang buruk kelau menurut saya..
insiden kecil ini ternyata cukup membuat saya down, dan jadi meragukan hasil tesnya, pasti dibawah 500 pikir saya, dan pasti gagal masuk batas minimal apply beasiswa.. dan ternyata tidak jauh meleset, hasilnya memang dibawah minimal aplly beasiswa walaupun tidak terlalu jauh..
ya.. saya hanya mendapat nilai 513, dan aktu pengumuman hasil tes toefl itu sangat mepet dan saya tidak boleh mengulang tes TOEFL pada bulan yang sama. akhirnya saya menyerah pada beasiswa kali ini..
mungkin ini belum waktunya saya kuliah, begitu pikir saya dalam hati. yah, tidak apa2lah, toh masih banyak kesempatan lain, siapa tau lepas dari ini saya malah nati akan mendapatkan tawaran yang jauh lebih menarik lagi.. aamiin.. :)
tapi menurut istri saya, nilai TOEFL saya lumayan bagus untuk percobaan pertama, apalagi saya belum pernah tau bagaimana TOEFL itu sebenarnya. dan terlebih karena saya tidak pernah menyelesaikan kursus bahasa inggris resmi, mungkin saya memang pernah kursus bahasa inggris selama beberpa bulan di tingkat elementary, tapi tidak saya lanjutkan karena manurut saya saat itu sangat membosankan..!! saya hanya belajar bahasa inggris dari menonton televisi dengan dub inggris ataupun komik dan anime dengan sub inggris..
haha... biar bagaimanapun tidak cukup tetaplah tidak cukup, nanti saya akan tetap berusaha untuk mendapatkan hasil baik lagi agar nilainya cukup untuk apply beasiswa yang saya inginkan, dimanapun itu.. aamiin.. :)
No comments:
Post a Comment