Thursday, December 6, 2012
efek buruk (rencana) remunerasi
belakangan ini di kantor mulai ramai membicarakan masalah remunerasi. dari email, fesbuk, blog, bahkan sampai obrolan saat makan siang pun terkadang jadi heboh saat membahas masalah ini. yah sebenarnya ini bukan merupakan "masalah", namun rasanya agak risih juga kalau ada yang mulai membahas berapa grade saya, berapa nanti yang akan saya terima, berapa yang akan diterima orang lain, kenapa pendapatan saya lebih kecil dari dia, kalau dinilai hanya absen saja berarti ga usah kerja gapapa dong asal absen, pulang harus on-time soalnya lembur ga dibayar, ga perlu kerja diluar jam kerja karena ga dibayar, ah sudahlah.. males mikirinnya.. kalau emang rejeki ga kemana, toh jatah kita udah ditentuin sama Allah jauh hari sebelum kita masuk ke BPS ini.. jadi ya disyukuri aja, ga usah banyak protes apalagi jadi males kerja, toh selama ini kita udah digaji untuk bekerja, jadi kalau sekarang mau ada remun, anggap aja tambahan bonus, uang kaget, atau apalah.. yang penting kita harus mensyukurinya.. bukan malah menjadikan kita lebih buruk dari sebelumnya..
Labels:
BPS,
ga penting,
Pribadi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment